Jasa Bangun Rumah Bekasi

Jasa Bangun Rumah Bekasi – Bangunan sebagai sebuah produk tangan manusia harus tunduk dan menyesuaikan agar dapat berdiri diatas karakter dan kekuatan dari lingkungan alam dan binaan di sekitarnya. Bangunan harus mampu mengadaptasikan dirinya dengan  konteks yang ada di sekitarnya. Hal inilah yang menjadikan bangunan-bangunan Frank Lloyd Wright bersatu dengan site-nya, tidak menjadikannya secara sombong berteriak untuk menunjukkan dirinya, namun lebih terlihat bersuara secara harmoni dengan apapun yang ada di sekitarnya.

“Young Wright saw that nature was a wonderful teacher and had answers to many question that theoretical learning could not explain nearly so well.”12

Dari studi tentang kehidupan Frank Lloyd Wright sebelumnya kita akan dapat menelusuri asal dari pemikiran dan konsepsi ini. Lingkungan masa kecil, perhatian dari ibunya dan pengalaman selama bekerja di ladang pamannya membentuk , melatih pemikiran dari Frank Lloyd Wright untuk menghargai dan melihat alam asli sebagai sebuah elemen yang tidak dapat dipisahkan dalam perancangan sebuah desain. Ia merupakan sebuah faktor utama yang menentukan sebuah desain.

“ She13 loved to pick windflowers in the hills and meadows, studying them, arranging them in cluster, explaining to him the intricate formation of the petals in relation to leaves and stem. She love ferns because of their geometric design and passed that love to her son….”14 

Ide dan pemikiran tentang supremasi alam ini memliki sebuah implikasi yang sangat besar dan signifikan. Karena dalam Arsitektur kemudian ia berbicara dalam penggunaan bahan, proses desain dan bagaimana menetapkan skala dan perbandingan. Ia membahasakan bagaimana kita memperlakukan bangunan sebagai produk manusia ketika berhadapan dan berinteraksi dengan alam sekitarnya.

Ide dan pemikiran tentang supremasi alam juga akan melahirkan sebuah konsepsi tentang sebuah kehidupan yang berkelanjutan (sustainable). Kehidupan yang berkelanjutan jika kita pelajari dalam pemikiran dan filosofi dari Wright mengandung dua dimensi yaitu dimensi alam sebagai aspek fisik dan dimensi sosial yakni pemikiran dan pemahaman manusia sebagai aspek internal (spiritual)15.

Dimensi alam berbicara tentang perjuangan untuk menjaga dan merawat alam sebagai sebuah produk Tuhan yang harus dilestarikan bahkan ditingkatkan kualitas daya dukungnya. Sedangkan dimensi sosial berbicara tentang pemeliharaan sikap kritis dan pemeliharaan terhadap aspek sosial dan sisi-sisi dari pemikiran dan tingkah laku manusia. Keduanya memiliki hubungan yang sangat erat. Tanpa pemahaman yang integral terhadap terhadap keduanya kita akan menghadapi sebuah masalah yang serius dan kronis.

“ We must conceive and integrate: begin again at the beginning to build the right kind of building in the right way in the right place for the right kind of people.”16 

Inilah yang dapat kita lihat pemikiran dan falsafah hidup dari Frank Lloyd Wright, sebuah semangat sustainability yang mencakup aspek fisik dan juga aspek sosial.


Frank Lloyd Wright dan Ide tentang Personal Demokrasi

Bagian dari pemikiran ini sangat menarik karena menunjukkan interaksi yang positif antara arsitektur dengan politik sebagai suatu bagian dari aspek-aspek kehidupan manusia. Ianya sekaligus juga membantah sebuah pemahaman yang berusaha mengkotak-kotakkan arsitektur dan politik sebagai sebuah hal yang terpisah. Politik tidak dapat dipisahkan dari aspek lain dari hidup kita sebagaimana tidak dapat dipisahkannya politik dari aspek arsitektural. Arsitektur dipengaruhi dan juga mempengaruhi politik! Realitas yang ada telah menunjukkan hal ini.17

“…the politicians-are, they are only complex expedients to force this swarning clerical breed of bureaucracy to function together. This has bred, finally, still more droves of white-collarites:…It becomes impossible to hold, operate, or distribute land, sell or buy money, or manufacture anything, safely, or even marry, make love or die, without the guide and counsel of these specialist in the extraordinary entanglements of rent, of rules, of regulations applied to this or that involute commercial expedient with courts for counters where the attempt to put law above man is made in this complex game we now call our civilization in the prosperity of the machine age.”18 

Karenanya pemikiran-pemikiran dan filosofi kehidupan Frank Lloyd Wright yang banyak dipengaruhi oleh tokoh-tokoh besar yang mempengaruhi politik Amerika seperti Walt Withman, George Washington, Abraham Lincoln dan Thomas Jeferson juga tidak dapat kita abaikan begitu saja.

Ide dan pemikiran tentang Demokrasi yang dapat kita temukan pada pemikiran- pemikiran Frank Lloyd Wright berakar dari pemahaman tentang agama, nilai- nilai dan pemahaman tentang sisi-sisi kemanusiaan yang telah mulai dilupakan dalam Revolusi Industri. Penggunaan mesin dan makin banyaknya produk fabrikasi pada saat revolusi industri ternyata telah banyak menjauhkan manusia dari pemahaman dan fitrahnya yang hakiki dalam hal pengetahuan ketuhanan dan nilai-nilai kemanusiaan.

Jadi Frank Lloyd Wright menentang usaha menjauhkan manusia dari Tuhannya dengan memberikan pandangan tentang aspek dan nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung dalam kehidupan agama. Sebuah bentuk Demokrasi yang bersendikan pengingatan kepada Tuhan.

Dalam pandangan Wright aspek utama dari sebuah peradaban adalah apa yang dia katakan sebagai “personality” atau oleh beberapa orang dikatakan sebagai penghormatan terhadap nilai dan kemampuan personal.  Tanpa sebuah penghargaan terhadap kemampuan individu dengan segala kretivitasnya suatu kebudayaan akan mengalami kemunduran dan akhirnya kehancuran. Keberadaan seorang manusia sebagai seorang individu harus mendapatkan sebuah penghargaan yang layak.

Ide ini seiring dengan apa yang terjadi di Eropa oleh Art and Craft Movement19, dimana gerakan ini secara keras menentang penggunaan mesin-mesin dalam revolusi industri yang pada akhirnya membunuh kreativitas pekerja, mengambil pekerjaannya dan mengurangi kualitas dari produk yang dihasilkan.

Dalam beberapa hal mungkin hal ini terlihat sepele, misalnya jika kita membuat sesuatu yang sederhana sebutlah sebuah bolpoint apakah kita harus melihatnya sebagai sesuatu yang begitu membutuhkan sentuhan tangan dari seorang ahli sehingga kualitasnya begitu perlu untuk diperhatikan. “Itu kan benda sederhana”, selama ia bisa berfungsi dengan baik maka mengapa kita harus mempertanyakan kualitasnya , beberapa kalangan bahkan menganggapnya sebagai suatu hal yang menggelikan dan tidak praktis.

Penulis tidak akan berkomentar tentang hal ini  namun penulis berpendapat bahwa kita harus melihatnya dalam konteks yang lebih luas, dalam hal ini bagaimana hubungannya dengan demokrasi sebagai sebuah ideologi kemanusiaan secara keseluruhan. Masalah kualitas dan aspek personal ini berhubungan dengan bagaimana peranan manusia dalam sistem kehidupan pada akhirnya.

Manusia-lah yang menciptakan mesin, mesin seharusnya menjadi alat bagi manusia untuk membantu dan meningkatkan kualitas dari produk yang ia hasilkan, ketika dominasinya melampaui manusia dan akhirnya menjajah kualitas dari kehidupan manusia maka pasti telah terjadi hal yang salah. Dalam pandangan penulis perjuangan Art and Craft jauh lebih besar dari perjuangan meningkatkan kualitas barang namun lebih merupakan sebuah perjuangan nilai-nilai kemanusiaan keatas suatu sistem yang menginjak-injak harkat dan martabat manusia. Sebagaimana dikatakan oleh Muthesius:

The art and crafts are called upon to restore our awareness of honesty, integrity and simplicity in contemporary society. If this can be achieved, the whole of our cultural life will be profoundly affected….the success of our movement will not only alter the appearance of house and flats but will have direct repercussions on the character of an entire generation…if the new trends are genuine, then an original, lasting style will emerge….(H. Muthesius 1907).”20

  Wright dalam tulisan-tulisannya tidak pernah menentang penggunaan mesin dalam kehidupan manusia. Bahkan dalam beberapa bagian tulisannya ia cenderung mengajak manusia untuk menemukan dan mengeksplorasi penggunaan bahan-bahan baru yang dapat meningkatkan kualitas dan optimalisasi fungsinya. Namun secara tegas dan keras Frank sangat menentang penggunaan  mesin dalam kehidupan modern yang dalam pandangannya menghilangkan aspek kemanusiaan dan menggadaikannya demi sebuah keuntungan sesaat.

“Meantime the Machine became the monstrous power that moves us now. All our timely materials like glass and steel came to hand as a great new means of building. But there were no architectural forms suited to their use. The practice of architect  was so far gone to the composer of the picture that we had no Architect able to conceive the radical new forms needed to use the new tools and materials with nobility, inspiration or even intelligence.So our own architect in this new world further falsified symbols and again prostituted the new materials not only by a kind of mimicry but by outrage that made our architecture what it is today-servile, insignificant refuse or puerile nostalgia.”21 

Dari pemahaman tentang pentingnya penghargaan individu inilah konsepsi Arsitektur Demokrasi Frank Lloyd Wright lahir. Sebuah pemahaman yang berusaha merefleksikan kehidupan bernegara dan sistem politik kerakyatan ke dalam Arsitektur.

Hal lain yang juga banyak mendapatkan perhatian dari Wright dalam konteks Arsitektur dan sistem kenegaraan adalah apa yang dia katakan sebagai identitas sebuah bangsa. Pada saat itu di Amerika banyak arsitek begitu gandrung dengan aliran Revivalisme dan Ekletik yang berusaha menghidupkan aliran Klasik, Yunani atau Romawi ke dalam arsitektur kontemporer ketika itu.

Dalam pandangan Wright hal ini merupakan sebuah kebodohan dan kesalahan yang sangat besar, karena suatu upaya penjiplakan tidak akan menghasilkan sebuah karya arsitektural yang bermutu (pada awalnya mungkin terlihat bagus, namun tanpa “Sprit of Time” dan “Spirit of Place”, ia akan membawa masalah yang kronis dan serius) dan yang terpenting adalah ia tidak mencerminkan identitas dan kepribadian suatu bangsa.

“The truth is, we need originality more than it was ever needed to make good our claim to democratic freedom. Why can’t we be honest about it? If one must steal it-steal it. Take it straight! Why fake it and spoil it?”22 

“No great Architecture can arise from us based upon the expedient use of the ancient city.”23 

Dalam pandangan Wright, akan lebih positif jika kita memiliki identitas tersendiri walaupun tidak terlihat terlalu hebat, namun setidaknya itu identitas kita, yang dengannya kita boleh berbangga dan dengan sebuah eksplorasi dan eksperimen yang cukup pada akhirnya akan mampu menghasilkan sebuah Arsitektur yang berkualitas.

Sebagaimana Sullivan ketika mengkritik tentang penggunaan tipologi Romawi untuk bangunan sebuah bank (Lihat Gambar 4),

….Of course you and I know well enough that the reason why the bank building an imitation Roman temple is because it is easy and cheap to make that sort of thing – the people at large do not know it… , is the pseudo-Roman temple were for any one thing American it must, ipso facto, be good for anything and everything American, because American means American, and expresses the genius of the people. But Roman does not mean American, never did mean American, never can mean American. Roman was Roman. American is, and to be, American. The architect should know this without our teaching, and I suspect that he does know it very well in his unmercenary moments. The public would know it instinctively if they were not continually bamboozled and wheedled by architect and thus bereft or their sense of fitness; and so could become free to regard the architect in any other light than his self-made one of peddler on fashions.24 

Wright pun banyak mengkritik bangunan-bangunan di Amerika yang dalam pandangannya lebih merupakan langkah mundur dan sama sekali tidak mencerminkan ide tentang apa itu Amerika.

Aspek lain yang juga menjadi perhatian dari Wright adalah masalah kebebasan dan kekuasaan dari rakyat secara keseluruhan diatas kepentingan, sebuah prinsip dasar dari Demokrasi itu sendiri. Kebebasan individu untuk berkreasi, kebebasan dan hak dari setiap orang untuk dihargai sebagai individu dengan segala implikasinya baik dalam kebebasan berserikat maupun kehidupan bernegara.

“When democracy triumphs and builds the great city, no man will live as a servile or savage animal; holing in or trapped in some cubicle on an upended extension of some narrow street. Withstanding all this passing danger to him- the free man will again live free: the human biped which the best of him always dreamed of being! Life and love as noble leaders of our brave social experiment.”25  

Frank Lloyd Wright dan Profesional Arsitek yang Bermoral

Satu hal yang menjadi banyak perdebatan dimana di dalamnya terdapat banyak masalah, adalah apa yang disebut sebagai kode etik dan hubungan profesional dari profesi yang bernama arsitek.  Pembahasan ini sangat penting karena berhubungan dengan pengaplikasian dari sebuah hal yang prinsipil dan idealis dalam sebuah realitas kehidupan profesi.

Wright sebagaimana yang kita temukan dalam tulisan-tulisannya meletakkan hubungan dengan Tuhan (aspek religius) sebagai bagian dari profesi Arsitek. Hal ini merupakan sebuah aspek yang sangat mendasar dan fundamental karena derivasi darinya sangat signifikan dan menjadi sendi dasar dari profesi ini. Ketika kita menjadikan agama sebagai bagian dari sebuah profesi praktis berarti kita berbicara tentang pengaplikasian dari sebuah nilai-nilai idealis religius ke dalam sebuah sistem pragmatis dari kondisi riil profesi tersebut.

Penggunaan aspek religius ini pada akhirnya mempengaruhi bagaimana pola pikir, metode bertindak dan respon positif dari arsitek sebagai profesi dalam menghadapi masalah-masalah keprofesiannya. Salah satu masalah yang paling penting dan

fundamental dari profesi ini adalah bagaimana hubungan seorang arsitek dengan kliennya. Hal ini merupakan sebuah aspek yang sering menimbulkan sebuah masalah.  Dalam banyak kasus, arsitek akhirnya lebih merupakan orang yang menjual dirinya kepada kliennya.

Ia  secara membabi-buta mengikuti secara mentah-mentah apa yang dikehendaki oleh kliennya, untuk kasus rumah pribadi mungkin masalah ini dapat kita terima namun dalam kasus bangunan public (sebut saja kasus pembangunan masjid di Malaysia)26 tentu saja masalah ini menjadi sebuah masalah serius yang jelas memerlukan sebuah penanganan dan pandangan yang komprehensif. Frank Lloyd Wright sangat menentang para arsitek yang menjual dirinya demi memuaskan keinginan kliennya. Hal ini dapat kita lihat dari percakapan antara Wright dan Cecil (sahabat akrabnya) berikut ini:

“ Whom are you going to build homes for? If you go against their wishes and try to give them what you think right and not what they think they want?” “ That’s just where a wise creator must come in, cecil. I won’t need but one man in ten thousand  to work for-even one man in a hundred thousand would keep me more than busy all my life, because that man will need me as much as I need him. He will be looking for me.”27 

Adalah benar bahwa dengan kemampuannya dari segi finansial seorang “Owner” dapat mendikte seorang arsitek sebesar apapun, karena memang dari merekalah seluruh pemasukkan sang arsitek berasal. Namun di sisi lain kita juga tidak dapat mengabaikan bahwa akan ada banyak orang yang menggunakan bangunan tersebut karenanya kita, sebagai arsitek tidak dapat seenaknya membuat sebuah bangunan apalagi jika ternyata motif dari si arsitek hanya dalam upaya menambah komisi yang ia terima.28

Masalah tanggung-jawab pribadi ini menjadi sebuah isu yang senantiasa disampaikan oleh Frank Lloyd Wright. Bahwa seorang arsitek bertanggung-jawab terhadap bangunan yang dihasilkannya dan sebuah bangunan tidak dapat berbohong! Ia akan berbicara tentang apa yang melatar-belakangi pembangunannya. Karenanya jika kita sebagai seorang arsitek menghasilkan sebuah bangunan yang buruk dan mengabaikan tanggung-jawab terhadap masyarakat. Pertanyaan besar tentang konsistensi dan keprofesionalitasan kita sebagai arsitek akan senantiasa ditanyakan kepada kita.


Butuh Jasa Arsitek ? Hubungi Tubaguskencanaarsitek.co.id

Lihat Portofolio Klik Disini

Jasa Arsitek Berkualitas, Desain Eksterior-Interior. Mewah, Sederhana, Cepat, Murah, Detail & Rapi, Free Konsultasi, Lihat Portofolio 100% Puas Menggunakan Jasa Kami

Open chat
Chat Konsultasi Gratis